LP2M UNUSU Peringati Hari Sungai 2026, Teken Kerja Sama dengan GAPERTA dan SDIT Sultan Andirja serta Lepas Eco Enzyme ke Aliran Sungai

Advertisement

Pasang Iklan disini 970x90px

LP2M UNUSU Peringati Hari Sungai 2026, Teken Kerja Sama dengan GAPERTA dan SDIT Sultan Andirja serta Lepas Eco Enzyme ke Aliran Sungai

Selasa, 28 Juli 2026

Ketua LP2M UNUSU 
Sisilia Florina Yanti, S.P., M.Si.



Medan – Dalam rangka memperingati Hari Sungai Tahun 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (UNUSU) menggelar kegiatan edukasi lingkungan yang dipusatkan di SDIT Sultan Andirja Medan, Senin (27/7/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kebersihan sungai.


Rangkaian acara diawali dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Gabungan Penggiat Pertanian (GAPERTA) dan SDIT Sultan Andirja Medan sebagai bentuk komitmen bersama dalam pengembangan program pendidikan dan kepedulian lingkungan.


Selanjutnya, dilakukan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara Program Studi Bisnis Digital Pertanian (BDP) dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebagai langkah memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.


Puncak kegiatan ditandai dengan pelepasan Eco Enzyme ke aliran sungai yang berada di sekitar lingkungan sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, guru, kepala lingkungan (Kepling), serta ratusan siswa dan siswi SDIT Sultan Andirja Medan sebagai bentuk aksi nyata dalam menjaga kualitas lingkungan perairan.


Dalam sambutannya, panitia menyampaikan bahwa sungai merupakan salah satu anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki peran sangat penting bagi kehidupan. Sungai menjadi sumber air bersih, habitat berbagai makhluk hidup, serta penunjang aktivitas pertanian dan kehidupan masyarakat.


Namun, kondisi sungai saat ini masih menghadapi berbagai persoalan akibat pencemaran dan penumpukan sampah. Dampaknya tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga meningkatkan risiko banjir, menurunkan kualitas air, serta memicu munculnya berbagai penyakit.




"Oleh karena itu, menjaga kebersihan sungai bukan hanya menjadi tanggung jawab orang dewasa, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama, termasuk anak-anak sebagai generasi penerus bangsa," ujar salah seorang narasumber dalam kegiatan tersebut.


Melalui kegiatan edukasi ini, para peserta diajak menerapkan kebiasaan sederhana namun berdampak besar terhadap kelestarian lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membuang sampah pada tempatnya, serta menanam dan merawat pohon di lingkungan rumah maupun sekolah.


Panitia juga mengajak seluruh siswa untuk menjadi "Sahabat Sungai", yakni generasi muda yang peduli terhadap lingkungan, berani mengingatkan teman agar tidak membuang sampah sembarangan, serta menjadi teladan dalam menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar.


Melalui kolaborasi antara LP2M UNUSU, GAPERTA, SDIT Sultan Andirja Medan, pemerintah lingkungan, dan masyarakat, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga sungai dapat terus tumbuh sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.(Red).